SURABAYA – Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIM) tampil luar biasa di forum nasional, The Annual Internasional Confrence on Islamic Studies (AICIS) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) bekerjasama dengan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Muhammad Aminuddin Shofi menjelaskan secara rinci saat memaparkan makalahnya. Kata dia, kajian tentang maqashid syariah baik dari segi kerangka konseptual maupun logika operasionalnya sangat penting dilakukan. Hal ini didasari oleh kebutuhan pembaharuan dan penyesuaian implementasi hukum Islam dengan realitas baru kekinian yang berkembang sangat dinamis.

Menurut Shofi, sapaah akrabnya, paradigma maqashid syariah Athiyyah yang multidimensional dapat menjadi alternatif
pilihan sebagai kerangka filosofis-metodolofis dalam dialektika hukum Islam di Indonesia, sebab meskipun suatu persoalan hukum Islam dalam konteks kekinian telah memiliki landasan hukum, namun berpotensi bergeser karena adanya perbedaan kondisi sosial ketika turunnya wahyu atau
hadits yang disampaikan oleh Nabi.

“Ada jarak yang sangat jauh antara situasi sosial pada saat petunjuk diturunkan dengan situasi sosial saat ini. Dengan demikian, seringkali fuqaha terjebak¬† dalam empat bentuk kesalahan: subjektivitas, manipulasi, pembenaran dan interpolasi,” beber Shofi.

AICIS tahun ini digelar di Gedung Mahrus Aly Tower UIN Sunan Ampel Surabaya selama tiga hari, 3-5 Mei 2023. Penampilan Muhammad Aminuddin Shofi di forum AICIS bukan kali pertamanya, hampir tiap AICIS digelar, dosen STAIM selalu turut berpartisipasi memaparkan makalahnya.

Penulis: Robith
Editor: Fahmi
Publiser: R. Fahmi