Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Miftahul Ulum (STISMU) Lumajang akhir pekan kemarin mewisuda ratusan mahasiswanya. Prosesi wisuda berlangsung sukses dengan dihadiri tokoh-tokoh nasional.Halaqoh Kebangsaan dan Silaturrahim Nasional Ikatan Santri dan Alumni PPMU Banyuputih Kidul (IKSABA) II juga berlangsung meriah.

Acara wisuda berlangsung Sabtu, 28 April 2018 kemarin di Halaman STIS Miftahul Ulum, dimulai pukul 07.00 sampai pukul 12.00 WIB. “STIS hanya membekali para sarjana dengan kunci untuk membuka pintu-pintu keilmuwan dari kehidupan nyata”, terang HM. Maksum Madyari, S.Ag Ketua Yayasan Miftahul Ulum dalam ceramah sambutannya.

Kemudian, wisuda bukanlah akhir dari belajar mahasiswa, namun sebagai awal untuk belajar dan belajar di kampus kehidupan nyata. “Para mahasiswa yang sudah di wisuda diharapkan mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat”. Tegas Maksum.

Syarqowi, MA, Ketua STISMU Lumajang dalam sambutannya menjelaskan bahwa wisuda perdana STIS Miftahul Ulum diikuti oleh 172 Wisudawan. Sedangkan untuk wisudawati akan di laksanakan proses wisuda tersendiri sebagai ciri khas dari kampus STIS. “Pelaksanaan wisuda antara mahasiswa dan mahasiswi memang dipisah, sebagai ciri khas dari kampus STISMU”. Terang Syarqowi, MA.

Lebih lanjut Syarqowi mengatakan bahwa selama wisuda berlangsung nyaris tidak ada kendala berarti. Semua wisudawan dan wisudawati melewati semua proses dari awal hingga akhir dengan lancar. Bahkan, disaksikan langsung oleh orang tua, pengasuh dan pengurus”. Imbuhnya.

Usai wisuda, tepat pukul 12.00 digelar Halaqoh Kebangsaan dan Silatnas II Ikatan Santri dan Alumni PP. Miftahul Ulum Banyuputih Kidul (IKSABA) dengan tema Meneguhkan Kembali Spirit Keumatan dan Kebangsaan Kaum Santri.

Acara ini juga tidak kalah pentingnya. Sebab, menambah cakrawala pengetahuan mahasiswa, sarjana dan juga alumni dari seluruh Indonesia. Diawali dengan Pembukaan dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Quran, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars ya lal wathon. Ketua panitia, Muhammad Hisan, S.Ps.I., M.IP, ketua Iksaba pusat dan pengasuh Ponpes Miftahul Ulum memberikan sambutan dalam acara ini.

Dilanjutkan dengan halaqoh kebangsaan yang diisi dengan pemateri dari orang-orang penting di negeri ini. sebut saja Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si yang merupakan Anggota DPR-RI dan mantan Ketua PWNU Jawa Timur. Ada juga H. Muhammad Nur Hayid, S.Th.I., MM yang merupakan Sekjen DPP HIPSI dan Staf ahli Kemenaker RI.

Halaqoh kebangsaan bertujuan untuk meneguhkan kembali spirit santri dalam berkhidmah untuk umat dan mencintai bangsa serta NKRI. “Perkembangan sosial politik akhir-akhir ini banyak mengikis rasa nasionalisme santri, padahal NKRI ini dialiri oleh tetesan darah para santri. Tidak akan ada Indonesia kalau tidak ada santri”. Jelas Mochammad Hisan, Ketua Pelaksana Silatnas ke-II IKSABA.

Cak Hisan -panggilan akrab Mochammad Hisan- menambahkan bahwa akhir-akhir ini nasionalisme dan rasa memiliki NKRI terasa mulai luntur. Makanya sekarang ini kami mencoba menggugah kembali kesadaran santri mencintai bangsa dan negara”. Imbuh Hisan.

Dia menegaskan acara tersebut adalah untuk menumbuhkan spirit ke-umatan agar santri tidak hanya berfikir terhadap ibadahnya saja. Tetapi pada ibadah sosialnya juga. Hisan juga menyinggung materi yang dibawakan narasumber. Terkait potensi lokal di masing-masing daerah yang bisa ditabulasi dan nanti dimusyawarahkan. untuk ekonomi alumni, nanti akan dilihat dulu mana yang marketable dengan permintaan pangsa pasar. Terutama untuk memenuhi kebutuhan di pesantren setelah itu baru berbuat untuk daerah lain.

“Alumni banyuputih pada dasarnya sudah punya jaringan yang bisa dikonversi menjadi market untuk memandirikan ekonomi alumni untuk memperkuat khidmah santri pada kemaslahatan umat, bangsa dan Negara.” Terang cak hisan.

Selain itu, pada tahun politik kali ini sempat disinggung bagaimana cara menjaga kerukunan antar santri dan alumni. Disini yang lebih ditekankan bukan politik 5 tahunan. Namun membangun kesadaran politik kebangsaan dan kenegaraan sebagaimana yang ditegaskan oleh Pengasuh PP. Miftahul Ulum. “Politik kebangsaan dan kenegaraan adalah cita-cita politik yang ingin diraih dan ditanamkan dalam kesadaran para santri”. Terangnya.

Rangkain acara pada tanggal 28 April 2018 ini diakhiri dengan Haul Masyayikh PPMU Banyuputih Kidul Lumajang yang dihadiri Muballigh KH Mushoddiq Fikri.

Pada minggu 29 April 2018 atau pagi harinya, sekitar pukul 09.00 dilakukan Haflatul Imtihan PPMU Banyuputih Kidul Putri. Malam harinya sekitar pukul 18.00 dilakukan Haflatul Imtihan PPMU Banyuputih Kidul Putra.

Dikutip dari Jawa Pos : Radar jember
https://radarjember.jawapos.com/read/2018/04/30/69282/stismu-sukses-mewisuda-angkatan-pertama


Category: Berita